Selasa, 22 April 2014

JADWAL PELAYAN IBADAH Minggu, 27 April 2014


PF                              : Pdt. Jack. P. Tumengkol                 
“ Kristus Pembaharu Hidup 
Yang Penuh Harapan ”
Nats                          :  I Petrus 1 :  3 - 12
Koord. Ibadah    :  Bpk. Nathanael SN
Liturgos                  :  Ibu Timodortha Munte
Pemusik                :  Bobby MW  Sinain
Kolektan                :  PD RW 06
Singer                     :  Gretta

Infocus                    :  Johan

Informasi

     Raker Yayasan WKPK
Raker YWKPK akan di adakan pada  hari Jumat - Sabtu  tanggal 25 – 26  April 2014 yang bertempat  di Cipayung, Bogor. Mohon Dukungan Jemaat


BIDANG PENDIDIKAN
      Penerimaan Pendaftaran Calon Siswa Baru PG/TK/SD TIRANUS Pondok Kopi
     Tahun Ajaran 2014 – 2015:
Gelombang II : Dimulai tgl. 01 April s/d 31 Juli 2014
Tempat Pendaftaran :      PG/TK/SD TIRANUS
                                                 Jl. Raya Pondok Kopi Blok W-1
                                                 Pondok Kopi
Untuk informasi lebih lanjut, Jemaat bisa menghubungi langsung ke TU PG/TK/SD TIRANUS. 




    RENCANA RENOVASI / PEMELIHARAAN GEDUNG YWKPK
-  Service/ Plitur mimbar, kursi
-  Pemasangan keramik menggantikan paving stone


MOHON DUKUNGAN JEMAAT

Ringkasan Khotbah Minggu, 13 April 2014

Thema                  : “Kristus Menderita Dan Mati Untuk Menebus  
                                Milik KepunyaanNya ”
Nats                        : 1 Korintus 6 :12 - 20
Pengkhotbah        : Pdt. Welly Rumpia

        Paulus mengarahkan perhatiannya kepada kelemahan moral yang mencemarkan gereja, yang disebabkan oleh penerapan kebenaran tentang kebebasan dalam bidang seksual. Persoalannya adalah: Jika tidak ada pembatasan dalam hal makanan, salah satu selera dari tubuh, mengapa harus ada pembatasan dalam seksual, satu keinginan lainnya dari tubuh?.

        Jawaban Paulus yang di awali dengan membahas prinsip kebebasan dan menerapkannya secara khusus kepada masalah percabulan, kembali menonjolkan pemakaian Tidak Tahukah kamu sebanyak 3 (Tiga) kali (ayat 15,16,19). Kristus menderita dan mati untuk menebus milik kepunyaanNya. Kita telah dimerdekakan dari dosa. Dan kebebasan yang kita miliki bukanlah kebebasan untuk melakukan apa yang kita inginkan, tetapi yang Allah inginkan (band. Ay.20)

(1)     Prinsip kebebasan dikemukakan dengan 2 (dua) pembatasan yakni : kemanfaatan dan pengendalian diri. “ Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun ” (ay.12). “ Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku ini tiada mau takluk ke bawah kuasa barang sesuatupun “ (TL). Kegemaran pada suatu kebiasaan yang sampai menguasai diri sesorang bukan lagi merupakan kebebasan melainkan perbudakan.

(2)     Sekalipun makanan adalah untuk perut  dan perut untuk makanan, hubungan ini tidak berlaku bagi tubuh dan percabulan. Tubuh dirancang untuk memuliakan Tuhan dan Tuhan diperlakukan tubuh untuk melaksanakan hal ini (ay.13)

(3)     Jauhkan diri dari percabulan ( ada tindakan untuk menjauhkan diri) (ay.18). dosa – dosa lain berakibat pada tubuh, sedangkan percabulan merupakan dosa yang dibuat di dalam tubuh dan termasuk suatu penyangkalan terhadap persatuan dengan Kristus, melalui persatuan dengan pelacur (ay. 16-17)

(4)     Tubuh adalah Bait dari Roh Kudus (ay.19). Sebagai orang Kristen, tubuh adalah tempat tinggal pribadi Roh Kudus, sehingga tidak boleh dicemarkan. (Rom. 12: 1-2). Kita harus hidup sedemikian rupa sehingga menghormati dan memuliakan Allah dengan tubuh kita.



        Pelajaran rohani yang kita dapatkan dan patut kita syukuri dari renungan Firman ini adalah : Kristus telah menderita dan mati di kayu salib untuk menebus dosa – dosa kita dengan  harga yang mahal dan lunas terbayarkan tanpa di cicil demi menjadikan kita sebagai Milik KepunyaanNya “ merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan  tersendiri (I Ptr. 2 : 9 – 10). Yang Tuhan harapkan dari kita sebagai umat tebusanNya adalah memuliakan Dia dengan kesucian hidup kita tanpa cacat moral ( ay. 18-19; 20b). Tuhan Yesus Memberkati. “ UTOMNESSINT ” 

Ringkasan Khotbah Minggu, 06 April 2014

Thema                  : “Kristus Menderita Dan Mati Untuk Membebaskan Kita
                                Dari Cara Hidup Yang Sia - sia ”
Nats                        : 1 Petrus 1 : 13 - 25
Pengkhotbah        : Ev. Ny. Meyske Rengkuan Sinain

“ Kristus Menderita Dan Mati Untuk membebaskan Kita Dari Cara Hidup Yang Sia-sia “ karena “ kita berharga dan mulia “ di hadapan Tuhan (Yes. 43:4). Ada 3 tujuan utama dari penderitaan dan kematian Kristus membebaskan kita dari cara hidup yang sia-sia Petrus dalam konteks bacaan ini adalah :

I.            UNTUK MENJADIKAN KITA HIDUP KUDUS
SEJALAN DENGAN KARAKTER ALLAH (ay. 13-16)

Dalam ayat 14-16, Petrus menasehati orang-orang Kristen yang berada di tengah-tengah masyarakat kafir supaya mereka hidup dalam ketaatan , dan tidak turuti hawa nafsu yang tidak terkendalikan, tetapi harus hidup kudus dalam seluruh aspek kehidupan mereka yang sejalan dengan karakter / sifat moral Allah yaitu kekudusanNya (ay. 15-16). Inilah standar kehidupan yang dituntut Allah, karena tanpa kekudusan, seorang pun tidak bisa melihat Tuhan (Ibr. 12:14); tanda kekudusan tak seorang pun berguna bagi Allah ( 2 Tim.2:20-21); tanpa kekudusan kita tidak bisa dekat dan bersekutu dengan Allah (Maz 15:1,2). “ Kudus “ dalam PL disebut “ QADOSH “ dan PB disebut “ HAGIOS”, memiliki arti yang sama “ PEMISAHAN “ yaitu dipisahkan dari dosa dan dikhususkan, diistimewakan bagi Allah dan menjadi seperti Dia (sifat-sifatNya).

II.           MENJADIKAN KITA HIDUP DALAM KETAATAN KEPADA ALLAH (ay.17-21)
Kita dituntut hidup taat kepada Allah sebagai Bapa, karena kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yaitu dibebaskan dari cara hidup yang tidak bernilai (worthless) dan tidak ada artinya, itu bukan dengan barang fana, bukan dengan emas dan perak, melainkan dengan darah Kristus yang mahal (ay.18-19). Dalam Perjanjian Baru Yesus menggenapi itu memperbaharuisemua cara penebusan dalam PL (ay.21) untuk menebus cara hidup kita yang sia-sia termasuk : (1) Kata-kata/ ucapan yang sia-sia (Mat. 12:36,37;1 Kor 14:9; 1 Tim 1:9; Titus 1:10; Yak. 1: 26),(2) Pikiran yang sia-sia (Roma 1:21; Efs. 4:17, band Kol 3 :1-3), (3) Perbuatan yang sia-sia (Kis 14:15)  Ilustrasi : 8 orang terkaya dan tersukses yang mati sia-sia bunuh diri, (4) Kepercayaan yang sia-sia seperti : Animisme; Dinamisme; Totemisme; Spiritisme; Naturalisme; Sinkritisme.
III.                  MENGAMALKAN KASIH ALLAH TERHADAP
SESAMA DENGAN TULUS IKHLAS (ay. 22-25)

Tujuan dari penderitaan dan kematian Kristus dalam konteks ini adalah kita harus mengamalkan kasih Allah dengan sungguh-sungguh tanpa pamrih kepada sesama kita seperti Allah mengasihi kita melalui Kristus sebagai wujud nyata ketaatan kita kepada kebenaran Allah (ay.21), karena kita telah dilahirkan kembali dari benih yang tidak fana oleh Firman Allah yang hidup dan kekal (ay.23; 2 Kor. 5:17; Yoh 15:3). Kebencian, kedendaman, sulit memaafkan orang dan segala jenisnya adalah jahat dimata Tuhan (1 Yoh.4:20,21). Ini yang harus kita selesaikan dalam sisa hari-hari hidup kita (ay.24). ada orang yang merasa senang, bahagia karena berhasil membeci orang.


Yang patut kita terapkan dalam hidup kita adalah Pertama, marilah kita hidup kudus dalam segala aspek kehidupan kita sejalan dengan karakter Allah; Kedua, marilah kita hidup dalam ketaatan kepada Allah sebagai Bapa yang telah membebaskan kita dari cara hidup yang sia-sia; Ketiga, marilah kita mengamalkan Kasih Allah terhadap sesama kita dengan tulus ikhlas sebagaimana Allah telah mengasihi kita. Tuhan Yesus Memberkati.

Ringkasan Khotbah Minggu, 30 Maret 2014

Thema                  : “Penderitaan Dan Kematian Kristus Membawa  
                               Hidup Dalam Kebenaran ”
Nats                        : 1 Petrus 2 : 18 - 25
Pengkhotbah        : Pdt. Reo Panggabean

    
Dalam 1 Petrus 2:18-25 ini Petrus memberikan gambaran tentang sikap Tuhan Yesus dalam penderitaan-Nya sebagai teladan bagi para pengikut-Nya yang menderita aniaya diluar Palestina karena Nama-Nya. Tiga teladan Yesus yang diperlihatkan bagi kita untuk direnungkan adalah:

I.       Kristus Menjadi “Teladan” Kita (ay 21-22)
Kristus telah menunjukan teladan bagi kita untuk diteladani melalui penderitaan-Nya (ay 21:Yoh 13:15). Ia menjadi teladan dalam segala aspek hidup kita. Ketika Ia dicaci maki dan menderita, Ia tidak membalas dan mengancam, bahkan sampai mati-Nya pun Ia tidak bersalah (ay 23). Ketika Yesus dibabtis di Yordan dan ketika Ia diMuliakan digunung Tabor, terdengar suara yang sama “Inilah Anak-Ku yang Ku Kasihi, kepada-Nya Aku berkenan”. Tetapi ketika di Golgota suara itu tidak terdengar lagi yang terdengar adalah “Elo, Elo lama sabaktani” artinya “Ya Bapa Mengapa Engkau Tinggalkan Aku”. Inilah kebenaran yang harus dibayarkan.

II.       Kristus “Mati Ganti” Kita (ay 24)
       Kristus mati bukan sebagai martyr atau mati sahid, tetapi Ia mati ganti kita memikul dosa kita dalam tubuh-Nya dikayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Dalam tradisi Yahudi, penjahat dirajam dengan batu, tetapi Yesus di perlakukan lebih dari itu, mayat-Nya digantung dikayu salib. Kematian Kristus merubah seluruh hidup kita menjadi lebih berarti dan berharga dimata Allah karena hidup dalam kebenaran (Roma 8:32)

III.      Kristus Menjadi “Gembala Kita” (ay 25)


                                                                                                                          Keteladanan Kristus sebagai Gembala adalh menuntun, memperhatikan dan memelihara kita sebagai domba Gembala-Nya. Ia membawa kita kepada kita kepadang rumput hijau membimbing kita ke air yang tenang dan menuntun kita dijalan yang benar. Di Golgota Gembala berkorban bagi domba-domba-Nya, yang hilang Ia sebagai tolak ukur kebenaran untuk hidup dalam kebenaran. Ketiga, Jadikan Kristus sebagai teladan dalam membimbing orang lain untuk hidup dalam kebenaran. Imanuel.