Thema : “Kristus
Menderita Dan Mati Untuk Membebaskan Kita
Dari Cara Hidup Yang Sia - sia ”
Nats : 1 Petrus 1 : 13 -
25
Pengkhotbah : Ev. Ny. Meyske Rengkuan Sinain
“ Kristus Menderita Dan Mati Untuk membebaskan Kita
Dari Cara Hidup Yang Sia-sia “ karena “ kita berharga dan mulia “ di
hadapan Tuhan (Yes. 43:4). Ada 3 tujuan utama dari penderitaan dan kematian
Kristus membebaskan kita dari cara hidup yang sia-sia Petrus dalam konteks
bacaan ini adalah :
I.
UNTUK
MENJADIKAN KITA HIDUP KUDUS
SEJALAN
DENGAN KARAKTER ALLAH (ay. 13-16)
Dalam ayat 14-16, Petrus menasehati orang-orang
Kristen yang berada di tengah-tengah masyarakat kafir supaya mereka hidup dalam
ketaatan , dan tidak turuti hawa nafsu yang tidak terkendalikan, tetapi harus
hidup kudus dalam seluruh aspek kehidupan mereka yang sejalan dengan karakter /
sifat moral Allah yaitu kekudusanNya (ay. 15-16). Inilah standar kehidupan yang
dituntut Allah, karena tanpa kekudusan, seorang pun tidak bisa melihat Tuhan
(Ibr. 12:14); tanda kekudusan tak seorang pun berguna bagi Allah ( 2 Tim.2:20-21);
tanpa kekudusan kita tidak bisa dekat dan bersekutu dengan Allah (Maz 15:1,2). “
Kudus “ dalam PL disebut “ QADOSH “ dan PB disebut “
HAGIOS”, memiliki arti yang sama “
PEMISAHAN “ yaitu dipisahkan dari
dosa dan dikhususkan, diistimewakan bagi Allah dan menjadi seperti Dia
(sifat-sifatNya).
II.
MENJADIKAN
KITA HIDUP DALAM KETAATAN KEPADA ALLAH (ay.17-21)
Kita dituntut hidup taat kepada Allah sebagai Bapa,
karena kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yaitu dibebaskan dari
cara hidup yang tidak bernilai (worthless) dan tidak ada artinya,
itu bukan dengan barang fana, bukan dengan emas dan perak, melainkan dengan
darah Kristus yang mahal (ay.18-19). Dalam Perjanjian Baru Yesus menggenapi itu
memperbaharuisemua cara penebusan dalam PL (ay.21) untuk menebus cara hidup
kita yang sia-sia termasuk : (1)
Kata-kata/ ucapan yang sia-sia (Mat. 12:36,37;1 Kor 14:9; 1 Tim 1:9; Titus
1:10; Yak. 1: 26),(2) Pikiran yang
sia-sia (Roma 1:21; Efs. 4:17, band Kol 3 :1-3), (3) Perbuatan yang sia-sia (Kis 14:15) Ilustrasi : 8 orang terkaya dan tersukses
yang mati sia-sia bunuh diri, (4)
Kepercayaan yang sia-sia seperti : Animisme; Dinamisme; Totemisme; Spiritisme;
Naturalisme; Sinkritisme.
III.
MENGAMALKAN
KASIH ALLAH TERHADAP
SESAMA
DENGAN TULUS IKHLAS (ay. 22-25)
Tujuan dari penderitaan dan kematian Kristus dalam
konteks ini adalah kita harus mengamalkan kasih Allah dengan sungguh-sungguh
tanpa pamrih kepada sesama kita seperti Allah mengasihi kita melalui Kristus
sebagai wujud nyata ketaatan kita kepada kebenaran Allah (ay.21), karena kita
telah dilahirkan kembali dari benih yang tidak fana oleh Firman Allah yang
hidup dan kekal (ay.23; 2 Kor. 5:17; Yoh 15:3). Kebencian, kedendaman, sulit
memaafkan orang dan segala jenisnya adalah jahat dimata Tuhan (1 Yoh.4:20,21).
Ini yang harus kita selesaikan dalam sisa hari-hari hidup kita (ay.24). ada
orang yang merasa senang, bahagia karena berhasil membeci orang.
Yang patut kita terapkan dalam hidup kita adalah Pertama,
marilah kita hidup kudus dalam segala aspek kehidupan kita sejalan dengan
karakter Allah; Kedua, marilah kita hidup dalam ketaatan kepada Allah sebagai
Bapa yang telah membebaskan kita dari cara hidup yang sia-sia; Ketiga,
marilah kita mengamalkan Kasih Allah terhadap sesama kita dengan tulus ikhlas
sebagaimana Allah telah mengasihi kita. Tuhan Yesus Memberkati.