Selasa, 22 April 2014

Ringkasan Khotbah Minggu, 13 April 2014

Thema                  : “Kristus Menderita Dan Mati Untuk Menebus  
                                Milik KepunyaanNya ”
Nats                        : 1 Korintus 6 :12 - 20
Pengkhotbah        : Pdt. Welly Rumpia

        Paulus mengarahkan perhatiannya kepada kelemahan moral yang mencemarkan gereja, yang disebabkan oleh penerapan kebenaran tentang kebebasan dalam bidang seksual. Persoalannya adalah: Jika tidak ada pembatasan dalam hal makanan, salah satu selera dari tubuh, mengapa harus ada pembatasan dalam seksual, satu keinginan lainnya dari tubuh?.

        Jawaban Paulus yang di awali dengan membahas prinsip kebebasan dan menerapkannya secara khusus kepada masalah percabulan, kembali menonjolkan pemakaian Tidak Tahukah kamu sebanyak 3 (Tiga) kali (ayat 15,16,19). Kristus menderita dan mati untuk menebus milik kepunyaanNya. Kita telah dimerdekakan dari dosa. Dan kebebasan yang kita miliki bukanlah kebebasan untuk melakukan apa yang kita inginkan, tetapi yang Allah inginkan (band. Ay.20)

(1)     Prinsip kebebasan dikemukakan dengan 2 (dua) pembatasan yakni : kemanfaatan dan pengendalian diri. “ Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun ” (ay.12). “ Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku ini tiada mau takluk ke bawah kuasa barang sesuatupun “ (TL). Kegemaran pada suatu kebiasaan yang sampai menguasai diri sesorang bukan lagi merupakan kebebasan melainkan perbudakan.

(2)     Sekalipun makanan adalah untuk perut  dan perut untuk makanan, hubungan ini tidak berlaku bagi tubuh dan percabulan. Tubuh dirancang untuk memuliakan Tuhan dan Tuhan diperlakukan tubuh untuk melaksanakan hal ini (ay.13)

(3)     Jauhkan diri dari percabulan ( ada tindakan untuk menjauhkan diri) (ay.18). dosa – dosa lain berakibat pada tubuh, sedangkan percabulan merupakan dosa yang dibuat di dalam tubuh dan termasuk suatu penyangkalan terhadap persatuan dengan Kristus, melalui persatuan dengan pelacur (ay. 16-17)

(4)     Tubuh adalah Bait dari Roh Kudus (ay.19). Sebagai orang Kristen, tubuh adalah tempat tinggal pribadi Roh Kudus, sehingga tidak boleh dicemarkan. (Rom. 12: 1-2). Kita harus hidup sedemikian rupa sehingga menghormati dan memuliakan Allah dengan tubuh kita.



        Pelajaran rohani yang kita dapatkan dan patut kita syukuri dari renungan Firman ini adalah : Kristus telah menderita dan mati di kayu salib untuk menebus dosa – dosa kita dengan  harga yang mahal dan lunas terbayarkan tanpa di cicil demi menjadikan kita sebagai Milik KepunyaanNya “ merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan  tersendiri (I Ptr. 2 : 9 – 10). Yang Tuhan harapkan dari kita sebagai umat tebusanNya adalah memuliakan Dia dengan kesucian hidup kita tanpa cacat moral ( ay. 18-19; 20b). Tuhan Yesus Memberkati. “ UTOMNESSINT ” 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar