Thema : “Kristus
Menderita Dan Mati Untuk Menebus
Milik KepunyaanNya ”
Nats : 1 Korintus 6 :12 -
20
Pengkhotbah : Pdt. Welly Rumpia
Paulus
mengarahkan perhatiannya kepada kelemahan moral yang mencemarkan gereja, yang
disebabkan oleh penerapan kebenaran tentang kebebasan dalam bidang seksual.
Persoalannya adalah: Jika tidak ada pembatasan dalam hal makanan, salah satu
selera dari tubuh, mengapa harus ada pembatasan dalam seksual, satu keinginan
lainnya dari tubuh?.
Jawaban
Paulus yang di awali dengan membahas prinsip kebebasan dan menerapkannya secara
khusus kepada masalah percabulan, kembali menonjolkan pemakaian “ Tidak
Tahukah kamu ” sebanyak 3 (Tiga) kali (ayat 15,16,19). Kristus
menderita dan mati untuk menebus milik kepunyaanNya. Kita telah dimerdekakan
dari dosa. Dan kebebasan yang kita miliki bukanlah kebebasan untuk melakukan
apa yang kita inginkan, tetapi yang Allah inginkan (band. Ay.20)
(1)
Prinsip
kebebasan dikemukakan dengan 2 (dua) pembatasan yakni : kemanfaatan dan
pengendalian diri. “ Segala sesuatu
halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun
” (ay.12). “ Segala sesuatu halal
bagiku, tetapi aku ini tiada mau takluk ke bawah kuasa barang sesuatupun
“ (TL). Kegemaran pada suatu kebiasaan yang sampai menguasai diri sesorang
bukan lagi merupakan kebebasan melainkan perbudakan.
(2)
Sekalipun
makanan adalah untuk perut dan perut
untuk makanan, hubungan ini tidak berlaku bagi tubuh dan percabulan. Tubuh
dirancang untuk memuliakan Tuhan dan Tuhan diperlakukan tubuh untuk
melaksanakan hal ini (ay.13)
(3)
Jauhkan diri
dari percabulan ( ada tindakan untuk menjauhkan diri) (ay.18). dosa – dosa lain
berakibat pada tubuh, sedangkan percabulan merupakan dosa yang dibuat di dalam
tubuh dan termasuk suatu penyangkalan terhadap persatuan dengan Kristus,
melalui persatuan dengan pelacur (ay. 16-17)
(4)
Tubuh adalah
Bait dari Roh Kudus (ay.19). Sebagai orang Kristen, tubuh adalah tempat tinggal
pribadi Roh Kudus, sehingga tidak boleh dicemarkan. (Rom. 12: 1-2). Kita harus
hidup sedemikian rupa sehingga menghormati dan memuliakan Allah dengan tubuh
kita.
Pelajaran
rohani yang kita dapatkan dan patut kita syukuri dari renungan Firman ini
adalah : Kristus telah menderita dan mati di kayu salib untuk menebus dosa –
dosa kita dengan harga yang mahal dan
lunas terbayarkan tanpa di cicil demi menjadikan kita sebagai “ Milik KepunyaanNya “ merupakan suatu
kehormatan dan kebanggaan tersendiri (I
Ptr. 2 : 9 – 10). Yang Tuhan harapkan dari kita sebagai umat tebusanNya adalah
memuliakan Dia dengan kesucian hidup kita tanpa cacat moral ( ay. 18-19; 20b).
Tuhan Yesus Memberkati. “ UTOMNESSINT ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar