Selasa, 22 April 2014

Ringkasan Khotbah Minggu, 30 Maret 2014

Thema                  : “Penderitaan Dan Kematian Kristus Membawa  
                               Hidup Dalam Kebenaran ”
Nats                        : 1 Petrus 2 : 18 - 25
Pengkhotbah        : Pdt. Reo Panggabean

    
Dalam 1 Petrus 2:18-25 ini Petrus memberikan gambaran tentang sikap Tuhan Yesus dalam penderitaan-Nya sebagai teladan bagi para pengikut-Nya yang menderita aniaya diluar Palestina karena Nama-Nya. Tiga teladan Yesus yang diperlihatkan bagi kita untuk direnungkan adalah:

I.       Kristus Menjadi “Teladan” Kita (ay 21-22)
Kristus telah menunjukan teladan bagi kita untuk diteladani melalui penderitaan-Nya (ay 21:Yoh 13:15). Ia menjadi teladan dalam segala aspek hidup kita. Ketika Ia dicaci maki dan menderita, Ia tidak membalas dan mengancam, bahkan sampai mati-Nya pun Ia tidak bersalah (ay 23). Ketika Yesus dibabtis di Yordan dan ketika Ia diMuliakan digunung Tabor, terdengar suara yang sama “Inilah Anak-Ku yang Ku Kasihi, kepada-Nya Aku berkenan”. Tetapi ketika di Golgota suara itu tidak terdengar lagi yang terdengar adalah “Elo, Elo lama sabaktani” artinya “Ya Bapa Mengapa Engkau Tinggalkan Aku”. Inilah kebenaran yang harus dibayarkan.

II.       Kristus “Mati Ganti” Kita (ay 24)
       Kristus mati bukan sebagai martyr atau mati sahid, tetapi Ia mati ganti kita memikul dosa kita dalam tubuh-Nya dikayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Dalam tradisi Yahudi, penjahat dirajam dengan batu, tetapi Yesus di perlakukan lebih dari itu, mayat-Nya digantung dikayu salib. Kematian Kristus merubah seluruh hidup kita menjadi lebih berarti dan berharga dimata Allah karena hidup dalam kebenaran (Roma 8:32)

III.      Kristus Menjadi “Gembala Kita” (ay 25)


                                                                                                                          Keteladanan Kristus sebagai Gembala adalh menuntun, memperhatikan dan memelihara kita sebagai domba Gembala-Nya. Ia membawa kita kepada kita kepadang rumput hijau membimbing kita ke air yang tenang dan menuntun kita dijalan yang benar. Di Golgota Gembala berkorban bagi domba-domba-Nya, yang hilang Ia sebagai tolak ukur kebenaran untuk hidup dalam kebenaran. Ketiga, Jadikan Kristus sebagai teladan dalam membimbing orang lain untuk hidup dalam kebenaran. Imanuel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar