Thema : “Penderitaan
Dan Kematian Kristus Membawa
Hidup Dalam Kebenaran ”
Nats : 1 Petrus 2 : 18 -
25
Pengkhotbah : Pdt. Reo Panggabean
Dalam 1 Petrus 2:18-25 ini
Petrus memberikan gambaran tentang sikap Tuhan Yesus dalam penderitaan-Nya
sebagai teladan bagi para pengikut-Nya yang menderita aniaya diluar Palestina
karena Nama-Nya. Tiga teladan Yesus yang diperlihatkan bagi kita untuk
direnungkan adalah:
I.
Kristus
Menjadi “Teladan” Kita (ay 21-22)
Kristus telah menunjukan teladan bagi kita untuk diteladani melalui
penderitaan-Nya (ay 21:Yoh 13:15). Ia menjadi teladan dalam segala aspek hidup
kita. Ketika Ia dicaci maki dan menderita, Ia tidak membalas dan mengancam,
bahkan sampai mati-Nya pun Ia tidak bersalah (ay 23). Ketika Yesus dibabtis di
Yordan dan ketika Ia diMuliakan digunung Tabor, terdengar suara yang sama “Inilah Anak-Ku yang Ku Kasihi, kepada-Nya
Aku berkenan”. Tetapi ketika di Golgota suara itu tidak terdengar lagi yang
terdengar adalah “Elo, Elo lama
sabaktani” artinya “Ya Bapa Mengapa
Engkau Tinggalkan Aku”. Inilah kebenaran yang harus dibayarkan.
II.
Kristus
“Mati Ganti” Kita (ay 24)
Kristus
mati bukan sebagai martyr atau mati sahid, tetapi Ia mati ganti kita memikul
dosa kita dalam tubuh-Nya dikayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap
dosa, hidup untuk kebenaran. Dalam tradisi Yahudi, penjahat dirajam dengan
batu, tetapi Yesus di perlakukan lebih dari itu, mayat-Nya digantung dikayu
salib. Kematian Kristus merubah seluruh hidup kita menjadi lebih berarti dan
berharga dimata Allah karena hidup dalam kebenaran (Roma 8:32)
III.
Kristus
Menjadi “Gembala Kita” (ay 25)
Keteladanan
Kristus sebagai Gembala adalh menuntun, memperhatikan dan memelihara kita
sebagai domba Gembala-Nya. Ia membawa kita kepada kita kepadang rumput hijau
membimbing kita ke air yang tenang dan menuntun kita dijalan yang benar. Di
Golgota Gembala berkorban bagi domba-domba-Nya, yang hilang Ia sebagai tolak
ukur kebenaran untuk hidup dalam kebenaran. Ketiga, Jadikan Kristus sebagai teladan dalam membimbing orang lain
untuk hidup dalam kebenaran. Imanuel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar