Selasa, 22 April 2014

Ringkasan Khotbah Minggu, 06 April 2014

Thema                  : “Kristus Menderita Dan Mati Untuk Membebaskan Kita
                                Dari Cara Hidup Yang Sia - sia ”
Nats                        : 1 Petrus 1 : 13 - 25
Pengkhotbah        : Ev. Ny. Meyske Rengkuan Sinain

“ Kristus Menderita Dan Mati Untuk membebaskan Kita Dari Cara Hidup Yang Sia-sia “ karena “ kita berharga dan mulia “ di hadapan Tuhan (Yes. 43:4). Ada 3 tujuan utama dari penderitaan dan kematian Kristus membebaskan kita dari cara hidup yang sia-sia Petrus dalam konteks bacaan ini adalah :

I.            UNTUK MENJADIKAN KITA HIDUP KUDUS
SEJALAN DENGAN KARAKTER ALLAH (ay. 13-16)

Dalam ayat 14-16, Petrus menasehati orang-orang Kristen yang berada di tengah-tengah masyarakat kafir supaya mereka hidup dalam ketaatan , dan tidak turuti hawa nafsu yang tidak terkendalikan, tetapi harus hidup kudus dalam seluruh aspek kehidupan mereka yang sejalan dengan karakter / sifat moral Allah yaitu kekudusanNya (ay. 15-16). Inilah standar kehidupan yang dituntut Allah, karena tanpa kekudusan, seorang pun tidak bisa melihat Tuhan (Ibr. 12:14); tanda kekudusan tak seorang pun berguna bagi Allah ( 2 Tim.2:20-21); tanpa kekudusan kita tidak bisa dekat dan bersekutu dengan Allah (Maz 15:1,2). “ Kudus “ dalam PL disebut “ QADOSH “ dan PB disebut “ HAGIOS”, memiliki arti yang sama “ PEMISAHAN “ yaitu dipisahkan dari dosa dan dikhususkan, diistimewakan bagi Allah dan menjadi seperti Dia (sifat-sifatNya).

II.           MENJADIKAN KITA HIDUP DALAM KETAATAN KEPADA ALLAH (ay.17-21)
Kita dituntut hidup taat kepada Allah sebagai Bapa, karena kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yaitu dibebaskan dari cara hidup yang tidak bernilai (worthless) dan tidak ada artinya, itu bukan dengan barang fana, bukan dengan emas dan perak, melainkan dengan darah Kristus yang mahal (ay.18-19). Dalam Perjanjian Baru Yesus menggenapi itu memperbaharuisemua cara penebusan dalam PL (ay.21) untuk menebus cara hidup kita yang sia-sia termasuk : (1) Kata-kata/ ucapan yang sia-sia (Mat. 12:36,37;1 Kor 14:9; 1 Tim 1:9; Titus 1:10; Yak. 1: 26),(2) Pikiran yang sia-sia (Roma 1:21; Efs. 4:17, band Kol 3 :1-3), (3) Perbuatan yang sia-sia (Kis 14:15)  Ilustrasi : 8 orang terkaya dan tersukses yang mati sia-sia bunuh diri, (4) Kepercayaan yang sia-sia seperti : Animisme; Dinamisme; Totemisme; Spiritisme; Naturalisme; Sinkritisme.
III.                  MENGAMALKAN KASIH ALLAH TERHADAP
SESAMA DENGAN TULUS IKHLAS (ay. 22-25)

Tujuan dari penderitaan dan kematian Kristus dalam konteks ini adalah kita harus mengamalkan kasih Allah dengan sungguh-sungguh tanpa pamrih kepada sesama kita seperti Allah mengasihi kita melalui Kristus sebagai wujud nyata ketaatan kita kepada kebenaran Allah (ay.21), karena kita telah dilahirkan kembali dari benih yang tidak fana oleh Firman Allah yang hidup dan kekal (ay.23; 2 Kor. 5:17; Yoh 15:3). Kebencian, kedendaman, sulit memaafkan orang dan segala jenisnya adalah jahat dimata Tuhan (1 Yoh.4:20,21). Ini yang harus kita selesaikan dalam sisa hari-hari hidup kita (ay.24). ada orang yang merasa senang, bahagia karena berhasil membeci orang.


Yang patut kita terapkan dalam hidup kita adalah Pertama, marilah kita hidup kudus dalam segala aspek kehidupan kita sejalan dengan karakter Allah; Kedua, marilah kita hidup dalam ketaatan kepada Allah sebagai Bapa yang telah membebaskan kita dari cara hidup yang sia-sia; Ketiga, marilah kita mengamalkan Kasih Allah terhadap sesama kita dengan tulus ikhlas sebagaimana Allah telah mengasihi kita. Tuhan Yesus Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar