Pukul : 06.00 s/d 07.30 WIB
Bertempat : Di Rumah ibadah YWKPK (Jl. Pondok Kopi Raya Blok W-1, Jakarta Timur)
Datanglah dan rasakan Jamahan Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati..
Senin, 10 Maret 2014
Jadwal Pelayan Minggu, 16 Maret 2014
PF : Pdt. Fredy Manuata
Tema :
“
PenderitaanNya Menyatakan
Kasih Yang Sempurna “
Nats :
1
Yohanes 4 : 7 – 21
Koord. Ibadah : Bpk.
Roso Setyono
Liturgos : Ibu Maria Darmawan
Pemusik : Erick Tumengkol
Kolektan : Prabu & Eca
Singer :
Dena
I N F O R M A S I
I. BIDANG PELAYANAN
1.
Doa Subuh Bersama
Di undang kepada
seluruh Pembina, Pengurus, Pengawas, dan Karyawan YWKPK serta Jemaat
untuk dapat mengikuti
Doa Subuh Bersama, yang di laksanakan setiap hari Sabtu pukul 04.30
WIB, di Rumah Ibadah
Yayasan Warga Kristen Pondok Kopi (YWKPK).
2. Jadwal Kebaktian Persekutuan Doa R.W. di
Pondok Kopi
Jad. Kebaktian
|
PD RW 05
|
PD RW 06
|
PD RW 07
|
Hari/tgl/Waktu
|
Sabtu/
15/03/2014 – 19.00WIB
|
||
Tempat
|
Informasi dengan
|
Informasi dengan
|
Kel. Andreas
|
Alamat
|
PD RW 05
|
PD RW 06
|
Pondok Kopi
|
Pelayan Firman
|
Bpk. Soenjoto
|
||
Liturgos/MC
|
Ibu Nathanael SN
|
||
Doa Syafaat
|
Djaja Harefa
|
3.
Penambahan
Kantong Kolekte III
Dalam menunjang
dana untuk menyambut Perayaan Paskah 2014 maka mulai minggu tanggal 09 Maret
s/d. 13 April 2014, akan diedarkan kantong kolekte khusus (Kantong III). Di harapkan
partisipasi dan dukungan jemaat sekalian.
II. BIDANG PENDIDIKAN
Penerimaan
Pendaftaran Calon Siswa Baru PG/TK/SD TIRANUS Pondok Kopi Tahun Ajaran 2014 –
2015, dibagi dalam 2 Gelombang :
-
Gelombang
I : Dimulai tgl. 06 Januari s/d 31 Maret 2014 Discount 25 %
-
Gelombang
II : Dimulai tgl. 01 April s/d 31 Juli 2014
Tempat
Pendaftaran : PG/TK/SD TIRANUS
Jl. Raya Pondok Kopi Blok W-1
Pondok
Kopi
Untuk informasi lebih lanjut, Jemaat bisa Contact Us
III. BIDANG
PENELITIAN & PENGEMBANGAN
Jumlah kehadiran
Jemaat ibadah Minggu 02 Maret 2014 : 52 orang
Ringkasan Khotbah Minggu, 02 Maret 2014
Thema : “Penderitaan Kristus Memberikan Hidup Yang Kekal”
Pengkhotbah : Pdt. Agustinus
Sitanala
Yoh 3:1-21
adalah percakapan Nikodemus dengan Tuhan Yesus perihal “dilahirkan kembali atau lahir baru” dan “hidup
yang kekal”. Ada sebagian penafsir Alkitab mengatakan bahwa percakapan
Tuhan dengan Nikodemus dimulai dari ayat 1 – 15. Ayat 16 – 21 adalah
pengembangan oleh rasul Yohanes dengan ilham Roh Kudus. Untuk kita bukan
masalah karena inti kebenarannya adalah penderitaan dan kematiaan Yesus memberi
hidup yang kekal bagi yang percaya kepadaNya. Nikodemus mewakili
komunitas Yahudi dan Yudaisme. Dia seorang pemimpin dan guru Israel, seorang
Farisi, anggota Sanhedrin (majelis agama) datang kepada Yesus pada waktu
senja/malam. Peristiwa ini terjadi setelah Yesus memasuki Yerusalem dan
mengusir orang-orang yang berdagang di pelataran Bait Allah.
Para
Sanhedrin tahu bahwa tidak mungkin seseorang melakukan pekerjaan seperti Yesus
kalau Dia tidak diutus Tuhan (2). – “kami tahu....” –menunjukkan
Nikodemus mewakili kelompoknya. bahwa orang lain juga berpikir sama. Ayat-ayat
sebelumnya juga menekankan kepada Nikodemus dan kita sebuah tema yang sejati - keterbatasan Yudaisme - dengan menunjukkan pemimpin ini tidak
memahami kebenaran rohani yang Yesus
kemukakan. Yesus sebagai Tokoh
sentral mencuplik peristiwa Ular Tembaga di padang gurun. (Bil. 21) sebagai salib dan diri-Nya sendiri
(Yoh 3:14-15) di Padang Belantara Tuhan mengirim ular tedung sebagai hukuman
atas ketidaktaatan Israel dan banyak yang mati di pagut ular diharuskan
memandang ular itu dan akan sembuh (Bil 21:8-9)
Sama seperti ular tembaga yang ditinggikan
pada satu tiang kayu, Yesus juga mengalami proses penderitaan yang luar biasa
sebelum dan sewaktu di salib. Darah-Nya tertumpah, tubuh-Nya penuh bilur akibat
pukulan dan cambukkan. Jatuh bangun memikul salib dan kemudian ditinggikan pada
salib yang dipikul-Nya sendiri. Ini penderitaan yang luar biasa. Oleh karena
penderitaan dan kematian-Nya maka kita memperoleh keselamatan yaitu hidup yang
kekal dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh (Yesaya 53 : 5). Bayangkan pemberontakan
kita di timpahkan kepada Yesus!! Bangsa
Israel yang dipagut harus memandang ular tembaga untuk tetap hidup sebagai
satu-satunya obat.
Ada 3 hal yang
bisa kita pelajari tentang kisah ular tembaga
1)
Itu Menggelikan / Tidak Masuk Akal. Kalau kita jadi orang Israel yang kena
gigitan ular berbisa, dan kita merasakan rasa sakit dan panas pada daerah
sekitar gigitan itu, apakah kita percaya bahwa hanya dengan memandang kepada
patung ular tembaga itu kita bisa sembuh? Itu tidak masuk akal. Analoginya:
Untuk kebanyakan orang di luar sana Salib Kristus adalah kebodohan (I Kor 1:21b-24).
Dalam
Gal 3:13 Paulus mencuplik Ul 21:22-23
: Kristus
telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena
kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu
salib!". Yesus yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa
karena kita, supaya dalam Dia kita
dibenarkan oleh Allah.( 2 Kor. 5 : 21)
2) Itu Adalah Satu-satunya
Jalan Keselamatan. Kalau
mereka menolak jalan itu dan mencari jalan lain, dengan mengikat bagian yang digigit atau
dengan mencari obat lain manapun juga, mereka pasti mati. Hanya kalau mereka
mau memandang kepada ular tembaga yang dibuat Musa barulah mereka bisa sembuh. Kalau
manusia sekarang mau selamat maka dia harus menerima salib Kristus sebagai
satu-satunya jalan. Tidak ada jalan lain, hanya iman kepada Yesus bukan
perbuatan baik dsbnya.
3) Salib Itu Dibutuhkan Oleh Semua Orang. Artinya: Semua
orang membutuhkan Kristus sebagai obat karena ‘semua orang telah
berbuat dosa’ (Rom 3:23). Semua manusia adalah orang berdosa, sehingga
kalau tidak mempunyai Penebus dosa / Juruselamat, maka mereka / saudara harus
menanggung sendiri hukuman dosa itu dengan masuk ke neraka selama-lamanya.
Rasul Yohanes
menerangkan kepada kita bahwa dasar Allah mengrim Anak-Nya yang tunggal untuk
menyelamatkan kita dan memberi hidup yang kekal bagi yang percaya adalah KASIH.
(16). Ayat ini dapat dibagi empat hal.(1).Kasih Allah sebagai Sebab,(2).Anak-Nya sebagai Pemberian (3).
Iman sebagai Syarat. (4). Kehidupan, bukan kematian sebagai Akibat.
Hidup kekal berakar dalam karya "Anak Manusia yang ditinggikan",
yang berakar dalam kasih Allah. Orang Yahudi sudah mengerti bahwa
Allah mengasihi mereka, tetapi mengatakan bahwa Dia mengasihi dunia ini
karena dunia ini jahat. Orang Kristen dilarang mengasihi dunia.
Larangan tersebut dan pernyataan ini tidak bertentangan, karena kasih
Allah adalah kasih yang memberi, sedangkan larangan itu
melarang kasih yang mau mengambil untuk dirinya sendiri (1 Yoh. 2 : 15 – 17).Akibat tidak percaya kepada Yesus sama
seperti orang yang mengelak datang kepada terang. supaya tetap jahat. (Yoh. 3 :
19 - 21). Kalau kita melakukan yang
benar maka orang akan melihat bahwa Tuhan yang melakukannya didalam kita, nama Tuhan dipermuliakan
Jadi, pelajaran rohani yang kita
peroleh dari renungan Firman Tuhan ini adalah: Pertama,Penderitaan dan
Kematian Kristus memberukan hidup yang kekal bagi kita karena Allah mengasihi
kita. Kedua, bahwa untuk memperoleh keselamatanatau hidup yang kekal
itu, kita harus percaya dan menerima Kristus dan menerima Kristus sebagai
juruselamat dunia. Ketiga, bahwa tujuan utama Allah menganugerahkan Kristus
menderitadan mati di kayu salib di Golgota adalah supaya tidak binasa, tetapi
beroleh hidup yang kekal.
Tuhan Yesus Memberkati..
Langganan:
Postingan (Atom)
