Senin, 10 Maret 2014

Ringkasan Khotbah Minggu, 23 Februari 2014

Thema                 : “Kunci Perjalanan Yang Sukses”
Nats                      : Yoshua 1 : 1 - 10
Pengkhotbah       : Pdt. Welly Pandensolang, Ph, D


“ Sukses” artinya berhasil, beruntung, lulus, atau sebuah cita-cita yang dapat dicapai dengan baik. Ini adalah impian dan cita-cita setiap orang ingin sukses dalam hidupnya. Sukses dalam usaha bisnis, study, karier, dan keluarga. Untuk mencapai sukses itu memang tidak mudah, tetapi membutuhkan pengorbanan dan perjuangan panjang. Dalam Yoshua 1 : 1-10, kita belajar kunci sukses Yosua dalam meneruskan kepemimpian transisi, yaitu pergantian tampuk kepemimpinan dari Musa untuk membawa bangsa Israel dari gunung Nebo ke Kanaan tiga hari lagi. Musa telah memimpin 40 tahun dan dinilai sukses oleh Israel, tiba-tiba digantikan oleh Yoshua untuk memimpin mereka memasuki Kanaan hanya dalam waktu tiga hari. Ini menjadi tanda tanya besar dan mungkin diragukan, tetapi Yoshua memiliki kunci sukses memimpin Israel memasuki Kanaan.

I.      MEMEGANG JANJI ALLAH  DAN MEMPERCAYAINYA (Ay. 3- 7A)
Kunci sukses bukan terletak pada kekayaan kedudukan, ketenaran dan lain-lain, tetapi memegang teguh janji Allah dan karena memiliki kredibilitas (Ay. 1). Janji Allah bahwa setiap tempat yang diinjak telapak kaki Yoshua dan Israel akan diberikan kepada mereka. Jadi Allah menjadi Anggunan (jaminan), bahwa Dialah yang memelihara Yoshua. Pemahaman ini mementahkan para filsuf Eropa dan Galeleo pendiri Ilmu Pengetahuan bahwa dalam segala hal perlu Tuhan, Alkitab, dan Iman. Isi janji Allah adalah (1) Ay. 4, bahwa seluruh wilayah padang gurun, wilayah Lebanon, sungai Efrat (Irak), tanah orang Het (Syria) sampai laut Besar (Medeteria) di Yunani dan hampir seluruh Timteng menjadi milik Israel. Ini artinya mungkin kita mengatakan bahwa semua berkat Tuhan adalah milik kita. (2). Ay.5A bahwa tak seorangpun mampu melawan Yoshua dan Israel seumur hidup karena Tuhan menyertai mereka. Kesalahan besar orang Kristen adalah bukan tidak membaca Alkitab tetapi tidak mempercayai apa yang Dia baca. Janji itu memiliki kredibilitas, karena itu bawalah semua impian kita kepada Tuhan. (3). Ay. 5B, bahwa Tuhan tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan Yoshua dan Israel. Janji ini bukan bersifat perfect ( sempurna, berhenti) tetapi bersifat Imperfect (terus-menerus), sesuatu yang tidak selesai dan terus mengalir. Jadi berkat itu tidak titik atau berhenti. Kuncinya adalah kuat dan teguh hati (Ay. 6-7a) 

II.   MENERIMA JANJI ALLAH  DAN MELAKUKANNYA (Ay. 7b-9)
Ini bukan Covenant (Perjanjian) tetapi agreement  (persetujuan, permufakatan). Hidup ini ada syaratnya dan ini bukan soal keselamatan tetapi soal berkat materi. Syarat menerima janji Allah ini adalah : Pertama, bertindak hati-hati sesuai seluruh hukum ( Ay. 7b). Artinya untuk memiliki tanah perjanjian, Yoshua dan Israel harus membuat Komitmen untuk menaati seluruh Firman Allah yang tertulis di dalam Kitab Taurat yang menjadi kekuasaan tertinggi buka tradisi dan gagasan manusia. Kedua, jangan menyimpang kekiri dan kanan (Ay. 7c).  Artinya hidup kudus dalam rel, dan rambu Firman Allah. Yoshua dan Israel harus hidup taat dalam kekudusan. Masyarakat Niniwe luput dari murka Allah ketika berbalik kepada Allah (Yun. 3 : 15). Daniel dan rekan-rekanya tidak dilumat singa dan api karena hidup kudus (Dan. 1 : 8, psl 6,7). Sebaliknya Sodom dan Gomora dihancurkan karena tidak ada yang hidup kudus. Ketiga, jangan lupa memperkatakan Kitab Taurat (Firman Allah)(Ay. 8). Artinya Yoshua dan Israel harus setia “ Merenungkan” (Ibr. Hagah) artinya membaca dalam hati atau berbicara kepada diri sendiri sambil berfikir, lalu menerapkan seluruh Firman Allah dalam seluruh kehidupan. Keempat, jangan kecut dan tawar hati (Ay.9b).Artinya, tidak lisut, kerut, berkecil hati, tidak takut dan gentar menghadapi tekanan hidup. Jika Yoshua dan Israel kecut dan tawar hati, maka merekia tidak meraih kesuksesan, ibarat harapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan”

Jadi “ Kunci Kehidupan Orang Yang Sukses” adalah memegang teguh janji Allah sebagai anggunan illahi  yang kredibilitas, menerima janji Allah dengan mengikuti segala persyaratan, maka pasti berhasil dalam perjalanan hidup kita. (Ay.7c;8c). Amin..

Tuhan Yesus Memberkati..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar