Thema : “Kunci
Perjalanan Yang Sukses”
Pengkhotbah : Pdt. Welly Pandensolang, Ph, D
“
Sukses” artinya berhasil,
beruntung, lulus, atau sebuah cita-cita yang dapat dicapai dengan baik. Ini
adalah impian dan cita-cita setiap orang ingin sukses dalam hidupnya. Sukses
dalam usaha bisnis, study, karier, dan keluarga. Untuk mencapai sukses itu
memang tidak mudah, tetapi membutuhkan pengorbanan dan perjuangan panjang.
Dalam Yoshua 1 : 1-10, kita belajar kunci sukses Yosua dalam meneruskan
kepemimpian transisi, yaitu pergantian tampuk kepemimpinan dari Musa untuk
membawa bangsa Israel dari gunung Nebo ke Kanaan tiga hari lagi. Musa telah
memimpin 40 tahun dan dinilai sukses oleh Israel, tiba-tiba digantikan oleh
Yoshua untuk memimpin mereka memasuki Kanaan hanya dalam waktu tiga hari. Ini
menjadi tanda tanya besar dan mungkin diragukan, tetapi Yoshua memiliki kunci
sukses memimpin Israel memasuki Kanaan.
I. MEMEGANG
JANJI ALLAH DAN MEMPERCAYAINYA (Ay. 3-
7A)
Kunci sukses bukan terletak
pada kekayaan kedudukan, ketenaran dan lain-lain, tetapi memegang teguh janji
Allah dan karena memiliki kredibilitas (Ay. 1). Janji Allah bahwa setiap tempat
yang diinjak telapak kaki Yoshua dan Israel akan diberikan kepada mereka. Jadi
Allah menjadi Anggunan (jaminan), bahwa Dialah yang memelihara Yoshua.
Pemahaman ini mementahkan para filsuf Eropa dan Galeleo pendiri Ilmu
Pengetahuan bahwa dalam segala hal perlu Tuhan, Alkitab, dan Iman. Isi janji
Allah adalah (1) Ay. 4, bahwa seluruh wilayah padang gurun, wilayah
Lebanon, sungai Efrat (Irak), tanah
orang Het (Syria) sampai laut Besar (Medeteria) di Yunani dan hampir seluruh
Timteng menjadi milik Israel. Ini artinya mungkin kita mengatakan bahwa semua
berkat Tuhan adalah milik kita. (2). Ay.5A bahwa tak seorangpun mampu
melawan Yoshua dan Israel seumur hidup karena Tuhan menyertai mereka. Kesalahan
besar orang Kristen adalah bukan tidak membaca Alkitab tetapi tidak mempercayai
apa yang Dia baca. Janji itu memiliki kredibilitas, karena itu bawalah semua
impian kita kepada Tuhan. (3). Ay. 5B, bahwa Tuhan tidak akan membiarkan
dan tidak akan meninggalkan Yoshua dan Israel. Janji ini bukan bersifat perfect ( sempurna, berhenti) tetapi
bersifat Imperfect
(terus-menerus), sesuatu yang tidak selesai dan terus mengalir. Jadi berkat itu
tidak titik atau berhenti. Kuncinya adalah kuat dan teguh hati (Ay. 6-7a)
II. MENERIMA
JANJI ALLAH DAN MELAKUKANNYA (Ay. 7b-9)
Ini bukan Covenant (Perjanjian) tetapi agreement (persetujuan, permufakatan). Hidup ini
ada syaratnya dan ini bukan soal keselamatan tetapi soal berkat materi. Syarat
menerima janji Allah ini adalah : Pertama,
bertindak hati-hati sesuai seluruh hukum ( Ay. 7b). Artinya untuk
memiliki tanah perjanjian, Yoshua dan Israel harus membuat Komitmen untuk
menaati seluruh Firman Allah yang tertulis di dalam Kitab Taurat yang menjadi
kekuasaan tertinggi buka tradisi dan gagasan manusia. Kedua, jangan menyimpang kekiri dan kanan (Ay.
7c). Artinya hidup kudus dalam rel, dan
rambu Firman Allah. Yoshua dan Israel harus hidup taat dalam kekudusan.
Masyarakat Niniwe luput dari murka Allah ketika berbalik kepada Allah (Yun. 3 :
15). Daniel dan rekan-rekanya tidak dilumat singa dan api karena hidup kudus
(Dan. 1 : 8, psl 6,7). Sebaliknya Sodom dan Gomora dihancurkan karena tidak ada
yang hidup kudus. Ketiga,
jangan lupa memperkatakan Kitab Taurat (Firman Allah)(Ay. 8). Artinya
Yoshua dan Israel harus setia “ Merenungkan” (Ibr. Hagah) artinya
membaca dalam hati atau berbicara kepada diri sendiri sambil berfikir, lalu
menerapkan seluruh Firman Allah dalam seluruh kehidupan. Keempat, jangan kecut dan
tawar hati (Ay.9b).Artinya, tidak lisut, kerut, berkecil hati, tidak takut
dan gentar menghadapi tekanan hidup. Jika Yoshua dan Israel kecut dan tawar
hati, maka merekia tidak meraih kesuksesan, ibarat “ harapkan burung
terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan”
Tuhan Yesus Memberkati..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar